Sesampainya di rumah aku dilontarkan berbagai macam pertanyaan hingga aku menangis. Bokep crot Tapi apalah daya demi uang aku harus rela memberikan tubuhku yang mulus dengannya. Dia teman nakalku, aku kerap diajak clubbing dan jalan-jalan dengannya. Putingku yang menonjol itu memerah membuatnya semakin gemas denganku . Aku mencoba membuka kunci itu tapi tidak bisa aku pun memaksa hingga akhirnya bisa terbuka.Jam segini orangtuaku masih kerja yang ada hanya pembantu saja. Memekku yang terlihat besar dengan balutan celana dalam itu membuat dia semakin penasaran. Bibirnya masih mengulum putting susuku, rasanya sudah di ubun-ubun kenikmatan itu tiada tara.Muulutnya aktif menciumi bibirku dan menciumi putting susuku. Dia lama sekali menyuruhku masuk hingga akhirnya dia meminta aku untuk duduk di ruang tamu. Karena pak Broto itu terus memandangiku. Aku melihat wajah pak tua itu dia sangat horny, nafsunya tinggi sekali dan juga pandai memainkanku. Tiba-tiba dengan lantang dia berbicara,“berapa gajimu sehari?”
“tidak pasti




















