Dia tahu pasti Bondan akan menagih hutang-hutangnya itu. Seketika itu juga aku membenci suamiku. Bokep jepang Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir. Sebenarnya setiap hari bisa saja Mas Aryo pulang sore hari. Begitu melihat Bondan, Mas Aryo tampak lemas. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening di kepalaku.Tetapi aku mulai merasakan ada perasaan lain yang mengalir pada diriku, ada perasaan denyut-denyut kecil di seluruh tubuhku, semakin lama denyut-denyut tersebut mulai terasa menguat, terutama di bagian-bagian sensitifku. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Kemudian ia melanjutkan, “Kamu tahu maksud kedatangan Bondan tadi sore. Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum, “Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.”
Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.




















