Tunjukkan rasa hausmu! Sebab gemas, kukecup berulang kali. Bokep china Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis serta lutut kirinya. Aku tak ingin ada setetes pun yg terbuang.Inilah hadiah yg kutunggu-tunggu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Aku suka kaki Mbak. Hmm..!”.“Jawab!”.“Suka sekali!”Pemandangan itu tak lama. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali jika sesertag bersama teman kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Serta tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah serta nyaman jika memansertag wajahnya yg cantik serta lembut menawan. Kuhirup aroma kewanitaannya dalem-dalem, seolah kemaluannya adalah nafas kehidupannku.“Fantastis!” kata Bu Tiara sambil mendorong kepalaku dgn lembut. Nafasnya mengebu. Semakin basah. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.“Aku puas sekali, Thomas,” katanya.




















