Bisa dibilang, kini bibirku sedang diperkosa olehnya. Bokep indo terbaru “Intinya aku cuma berusaha. “Pesanan kami antar maksimal 10 menit ya.”“Kamu pesan minuman?” tanya dia ketika pelayan sudah pergi.“Kenapa?” aku balas bertanya.“Gak apa-apa,” dia tersenyum. Aku belum membalas chat darinya, bingung mau ngetik apa. “Becanda kok. Tawanya terdengar renyah dan puas.“Kenapa ketawa?” tanyaku ketus.“Jangan kaku gitu ah,” dia memberi saran. Bisa dibilang, kini bibirku sedang diperkosa olehnya. Meski terpaksa, namun aku jelas tak punya pilihan selain menerimanya jadi pacarku.“Kamu mau jadi pacarku?”“Iyya…hahh.. Cantik, lucu, baik, pinter. Itu salah satu becandaan jorok yang sering kami lempar ketika sedang chatting.Ketika tawa kami reda, dia melempar senyum. Kamu ceria, polos, jujur, gak munafik.”“Yaa.. “Enak banget sayang!”Aku menunggu dengan was-was, bersiap menerima guyuran sperma di wajahku.Tapi tidak ada. Meski awalnya dipaksa, lama kelamaan pinggulku bergoyang dengan sendirinya menikmati batang kejantanannya yang masih keras.Seolah ingin mendapat kenikmatan yang maksimal, tubuhku kini condong ke belakang.













