Kalau kamu gak ada acara temenin aku ya.” pintanya lagi.“Aseekkk… Makasih, ya Nin, aku bisa.” seruku girang.Saat sedang enak-enaknya ngobrol dengan Nina sembari menikmati secangkir kopi, aku dikagetkan oleh seorang cewek yang tiba-tiba duduk di sebelahku.“Bram, ya ampun kamu itu ditungguin dari tadi juga di parkiran.” serunya tiba-tiba.“Kan hari ini kita ada tugas kelompok.” cerocosnya lagi.“Haahhhh… Tugas kelompok?” tanyaku polos. Bokep montok Kopiku aja barusan dateng.” sahutku cepat.“Aku boleh duduk disini?” tanya Nina sembari menatapku.“Emang. Apaan ya?? Pandangan matanya seolah menyiratkan suatu pandangan yang tidak percaya, sehingga membuatku mengernyitkan dahiku. Takut aku kenapa-napa ya?” ledekku padanya.“Ya pastilah aku khawatir sama kamu Nit, Hihhhh… Nih anak di tanyain serius juga.”“Ihhh… Sweet banget sih kamu.”“Hihhhhhh….” geramnya.“Insya’allah aku gak kenapa-kenapa. Ini Bram, Bunda suruh pulang untuk nganterin koper ke kantor Papanya.”“Nita, entar sore aja Bun, berangkat sendiri ke rumah Bunda.




















