Perlahan-lahan memoriku memutar balik kejadian tadi malam. Bokep montok Martin memejamkan matanya sambil merasakan sentuhan-sentuhan kemaluanku di penisnya. Tak ada lagi Andrew dalam kamusku. Aku mulai menjawab pertanyaannya sepatah-sepatah sampai akhirnya suasana mulai cair.Mengerti umpannya mengena, Martin mulai merayuku dan menggodaku. Aku yang sudah tidak bisa berpikir lagi Cuma mengiyakan semua omongannya.Sampai di rumahnya, aku langsung diantar ke kamarnya. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Kemudian turun lagi melewati pusar dan bulu kemaluanku. Aku tidak dapat menebak apa yang ada dipikirannya. Namun aku mencegahnya. Aku pun mulai melunak. Keterlibatanku dengan narkoba telah membawaku ke dalam kehidupan yang kelam. Aku teringat saat Ling mengenalkan Martin padaku, dia memperingatkan Martin agar jangan macam-macam padaku.




















