Dia mebulum lama banget sampai spermaku hampir keluar,“ahhhhhh…ahhhhh… mau keluar sayang..”“keluarin aja, biar lega.”ucap Riska.Akhirnya aku keluarin spermaku , crooooottt..crooooottt…membahasahi bibir Riska yang manis itu. aku mainin putting payudaranya, aku jilat ujungnya. Bokep china Beliau tidak mengetahuii bahwa Riska Kekasih hatiku. Aku memanfaatkan Riska sebagai pemuas nafsu birahiku. Dia selalu siap kapan dan dimana saja untukku. Walaupun aku sudah berumur tetapi dia respeck juga sama aku.“Kok jam segini baru datang sih pak, aku kan udah kangen pengen dipeluk..”, dengan manja Riska berbicara sambil menatapku.“banyak kerjaan sayang, jadi agak telat maaf ya”, ucapku.Padahal setiap hari aku selalu menyempatkan waktu untuk dia. Udah kayak rumah sendiri, motorku masuk ke dalam rumahnya agartidak terlihat tetangga sekitar. Riska berpenampilan sangat rapi layaknya pegawai kantor. Riska duduk di ruanganku, seperti biasa dia terlihat siap melayani gairahsexs-ku,“ahh kamu udah siap aja di tempat..”“iyalah pak,apalagi yang kamu inginkan dariku kalau nggak berhubungan seks.., ucap Riska.Suasananya




















