“Yah, baik-baik saja. Bokep brazzers “Hhh.. Kuambil ‘tik’ obat di saku belakangku. ahh..” kudengar nafasnya mendengus. Kubanting stir melewati kali kecil di bahu jalan, itu bukan masalah untuk Taft GT milik papaku.—————————————————Kurasakan Rena mengelus rambutku. jangan, Ray..” Ahh, betapa aku merindukan setiap gadis yang merintih seperti itu di dekapanku. “Ah? Kan belum masuk?” kudengar Nia berbisik protes. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. “Masa?” tanyaku. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. Ahh, nikmatnya. Nia..” kuremas dadanya di genggamanku, menikmati kekenyalannya. “Ssshh.. Nia mencondongkan kepalanya. Mmm..” Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. ahh.. Nyaris tidak ada. “Ah.. Ahh, nikmatnya. Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu?




















