Ternyata Su’eng tak seburuk yg kubaygkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlaquannya kepadaqu tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yg menyerangku mulai memudar.Su’eng menanyakan dgn lembut, aqu ingin minum apa. Bokep china Aqu masih shock memikirkan aqu harus rela memberikan seluruh badanku kepada lelaki yg belum kukenal selama ini. Aqu mulai bertanya-tanya, sejak kapan swamiku mulai gemar minum-minum beralkohol. Aqu meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Berto kulihat menyerahkan amplop coklat. Kemudian sesudah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaqu untuk melunasi hutang-hutangku dgn sebuah syarat”, ucap Mas Berto.“Apa syaratnya, Mas?” tanyaqu penasaran.“Ternyata dia menyukaimu, dia minta izinku supaya kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Berto dgn pelan dan tertahan.Aqu seperti disambar petir saat itu, aqu tahu arti ‘menemani’ selama semalam.




















