Bergerak. Bokep Mas. Oh, itulah cumbuan dan remasan yang tak kalah menggairahkan dari ciuman dibibirnya. Berdenyut, berdetak, bergelora, meletup-letup. Dua-duanya mereMas, mengusap, menggaruk, membelai.. Sebenarnya sudah sedari tadi ia ingin melakukan hal itu.Angin dingin menimbulkan suara berkesiut di luar jendela kamar tidur Tania. Namun aku tidak berusaha meledeknya untuk kealpaannya ini.Aku paling tahu, Nia sangat sensitif pada perasaannya yang satu ini.“Sampai besok yaa.. Bergerak. Dua kali. Tiga menit berselang, lalu ritual itu pun berlanjut, kali ini dengan aku sebagai pelaksana utamanya.Tubuhku yang kokoh bergerak maju-mundur sebatas pinggang, menciptakan tikaman-tikaman nikmat. Dan akupun secara refleks langsung melayangkan ciumanku ke arah rambut lembut di sekitar leher belakangnya.Aku mencium dan menggigit lehernya dengan lembut dan Tania makin mengelinjang-gelinjang..




















