Kuangkat sisi tubuhku, memeluk belakang lehernya dengan telapak tanganku. It’s okay,” emosiku sedikit mereda. Bokep montok Kami akhirnya mengambil tempat di salah satu warung di sebelah toko buku itu.“Ray, gimana aja kabarnya.. what a night.Kukendarai mobilku menembus gelap malam. Kusentil ujungnya dengan telunjukku sambil tertawa kecil. ahh.. ahh.. Selalu saja anak ini tahu maksudku. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya. Kugandeng lengannya menuju jok belakang. “Sayanghh..” Nia membalas ciumanku. “Aku butuhh.. Nia mendadak menggerak-gerakkan genggamannya pada batang kemaluanku. Ah, lumayan segar. “Sayanghh..” Nia membalas ciumanku. ah..” Nia masih mengerang-erang di bawahku. mmhh.. “Kamu harus mau menjadi pacarku.”
Aih, jadi ini masalahnya. Cih, pikirku, siapa yang butuh wanita.




















