Entah dia berbohong atau benar. “Ayolah, kebetulan aku juga nggak ada acara, daripada bengong di rumah”. Bokep “Boleh, tapi tunggu sebentar aku ganti baju dulu” katanya sambil berjalan. Dengan jari telunjuk dan jari manis kubuka labia mayora dan labia minoranya. “Eh ngapain dibuka?” kataku terkejut.Ida hanya tersenyum saja. Ternyata dia tinggal serumah dengan beberapa teman-temannya. Kubalikkan tubuhnya sehinga dia memunggungiku.Kugigit tengkuknya dan kususuri punggungnya dengan lidahku. “Nggak apa-apa kok. “Sekarang istirahatlah lagi agak lama dari yang tadi,” sambil berkata begitu jari tangannya memegang erat jari tanganku.Aku menurut saja dan berpikir lagi, pastilah dia tidak bermaksud untuk mengecewakanku. Kemudian ia menuangkan eau de toilette dan mencampurnya dengan sedikit baby oil lalu mengusapkannya pada dada dan perutku.Setelah itu dia berbaring miring menghadap ke arahku.




















