Seketika ia melihat pen†s Andi, Lira langsung merasakan rangsangan semakin besar dalam dirinya. XNXX Pahanya yang merinding tersentuh tangan Andi berusaha ia tutupi.“Ngga kok Ndi, ngga papa, cuma kaget.”“Aduh, gue jadi ngga enak. Ia hanya bisa mencengkram punggung Andi keras-keras ketika desiran itu semakin kuat dan mencapai puncak. Setiap jilatan sanggup membuat Lira menjerit. Rasanya sungguh tiada tara. Keduanya tak sadar telah dua jam bercumbu dan berhubungan intim. Jadi serba salah kan?”“Anak teknik? Badannya terasa lemas. Merasakan belaian lembut jemari Andi di pipinya. Ia mulai dengan meraba permukaannya halus dan meremasnya pelan. Ia juga sadar, situasi seperti ini sudah cukup sebagai tanda bahaya bagi dua insan berlainan jenis yang berada dalam satu ruangan. Jantung Andi berdegup kencang, bukan lagi takut Lira akan menolak, tapi sadar ia telah membuat sebuah pilihan penuh resiko tapi pasti sangat menyenangkan.Lira tersenyum.




















