Dari vaginanya yang masih rapat itu terlihat sebuah daging bewarna merah muda, lalu keluar darah yang masih terperangkap di dalam, lalu cairan bewarna putih tebal, sudah jelas itu spermaku dan lendir-lendir bewarna kekuning-kuningan, awalnya kupikir ini pipisnya tapi rasanya bukan, bodo amad ah.Aku membuang celana dalamnya, lalu menciumnya sambil berkata “maaf ya”. “Kalau diputar lewat bahu, pasti kamu berontak hehe…” balasku, entah tak sadar suaraku diliputi nada tertawa. XNXX Aku sampai stress dan kurang semangat. Aku menggendong Rini yang masih pingsan, lalu kubawa dia ke hotel tempat ia menginap. “Rin, penisku bengkak lagi nih, boleh kumasukin gak?” kataku dengan nada lantang. Rini berteriak namun tidak jelas terdengar apa bunyinya, aku memainkan pahanya.




















