Pimp Lord bertepuk tangan berusaha memberi semangat pada Bos Shu yang ternganga di hadapan Pretty Asmara, bener-bener nggak banding jika ditimbang dari segi ukuran tubuh.“Wahhhh, Glukk Ceglukk, WAduhhh…, B-be-berat ini…!!WHUZZZ…”“Bossss…!! Pepiii, I Luv U Alllll… hi hi hi”“Mampusss….!! Bokep Kemudian Budi bangkit dan membalikkan tubuh Sabria, kini ia mempermainkan payudara gadis itu dengan lembut, jilatan, hisapan lembut, lidah itu menelusuri belahan dada montok Sabria, turun ke perutnya yang kencang, dan kemudian dengan lembut namun mematikan membongkar vagina gadis itu, yang makin mengerang-ngerang kenikmatan.“Gimana sekarang rasanya Sab?” tanya Budi sambil terus mengobok-obok vaginanya dengan jari-jarinya.“Aaahhh…Dok enakhhh…sshhh…terusin, entotin saya Dok!” lenguh Sabria dengan wajah semakin merah.Budi lalu bertanya pada Pepi, “Lu belum pernah sampe kaya gini, kan?” yang dijawab dengan gelengan kepala Pepi, “Pep, kalo bini lu udah begini, apa aja dia rela, termasuk kalu lu entot pantatnya,”“Ah masa, Dok, yang bener!?”“yeee…lu nggak inget studi tour di kebun belakang




















