Aku sejenak terdiam, dan bengong memperhatikan wanita setengah baya itu,
“ Eh dek, denger nggak sih, jendelanya tolong dirapetin sedikit.., ” katanya lagi. Saat kusorongkan Kejantananku menuju kewanitaannya, dia melenguh lagi. Bokep cina “ Itu kali Mbak, ” kataku datar dan tanpa tekanan. Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. ” pintanya penuh manja. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Bau badannya tercium. Yes, Aku bisa dapatkan dia, wanita setengah baya yang meleleh keringatnya di angkot karena kepanasan. Haruskah kujawab sapaan itu ? Dia menekan-nekan agak kuat. Alamak.., jauhnya. Dia malah melengos. “ Halo..! “ Mbak Fera.., ” gumamku dalam hati. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan.




















