Puas menikmatinya aku tinggalkan saja tisi yag tertelungkup, lemas, menangis. Bokep Pelan2 aku intip tisi. Aku nggak peduli lagi. Ayunanku seakan-akan mendarat di bantal empuk karena pantatnya ternyata besar dan lembut banget. Licin , anget, ketat banget. Mana hujan deres lagi.Akhirnya aku keluar kamar, mau bikin susu biar bisa tidur. Mana hujan deres lagi.Akhirnya aku keluar kamar, mau bikin susu biar bisa tidur. Terus aja kunikmati buah dadanya sambil menggesek penisku di klitorisnya.Nggak lama kemudian aku rasakan adan tisi menggeletar,tangisannya berubah jadi erangan lembut dan desahan ketika aku makin cepat&keras menggesekkan penisku ke klitorisnya. Dia berusaha lari, tapi aku lebih cepat dan kuat.




















