Fanny hanya dapat terus terisak tertahan tangisnya oleh kain di mulutnya, leluasa sekali aku mencabuli korbanku ini…sesekali juga aku sengaja mengarahkan jariku agak sedikit mengarah ke bgian atas vaginanya, aku berusaha menstimulasi clitorisnya dengan jari bapak tua ini…beberapa kali tidak kutemukan clitorisnya, belahan vagina Fanny sangat kecil…yang kurasakan dari luar hanya lipatan daging kecil yang menutupi lubang kenikmatannya, akhirnya harus ku kangkangkan kakina dengan paksa agar dapat lebih terbuka lagi memeknya yang perawan itu.sekarang baru kurasakan daging kecil yang sering disebut itil itu ketika kugesek-gesekan jari ini, Fanny terlihat terkejut dan bergelinjak dan terlonjak badannya setiap kali jari ini bergerak pelan menyentuh ujung kulit klitorisnya.




















