Tak ada komentar penolakan. XNXX Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. OK?”Aku mengangguk. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu. Menengadah. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.




















