kamu sih asal ngomong!” Wilona mencoba menenangkan sambil menyikut dadaku.Aku diam saja dari pada ribut sama cewek, bukannya takut tapi bikin pusing apalagi mendengar omelan Salsa kalau lagi marah.Sesampainya di kostan, aku menyuruh mereka untuk beristirahat saja, aku sendiri segera masuk kamar. Bokep brazzers tanyaku.Dia hanya menggeleng dengan nafas yang masih memburu, tubuhnya licin mengkilap karena berkeringat.“Fer, aku capek berdiri terus, bantu aku ke kasur dong” mintanya.Maka kugendong dia kekeasur dengan kedua tanganku sambil bercumbu mesra, ku baringkan dia disebelah kak Wilona yang sudah bangun, lalu aku duduk di tepi kasur karena kasurku tidak cukup untuk tiga orang.“Wuiihh main sama Salsa ribut banget, sori ya ngebangunin kak Wilona nih jadinya” kataku pada kak Wilona.“Eeh kamu yang sadis kok masih nyalahin aku, awas ya!” kata salsa sambil menangkap penisku dan menggenggam dengan erat.“Idih.. kita kerumah sakit ya” sambung Wilona.“Ah nggak usah kok cuma kena goresan kecil aja kok, nggak




















