Mbak Ratih lalu membungkuk. Oww…sial, aku keluar. Bokep viral terbaru “Mbak akan mematuhi apapun yang saya inginkan dan katakan, apabila aku bertepuk tiga kali lalu memanggil namamu tiga kali, Ratih, ratih, ratih, segera sadar dari pengaruh hipnotisku. “Baiklah, pertama aku ingin dirimu rileks dulu”, kataku. Tapi dengan satu catatan, ia tak boleh menunjukkan cintanya kepadaku kecuali aku minta. Sementara celanaku sudah sesak, aku pun terpaksa melepaskan semua bajuku sekalian. Muncullah burungku. Pantatnya yang semok itu membuatku sangat bergairah. “Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya!”, kataku. “Denok berlutut, ayo hadap sini!”, kataku. Toketnya biasa saja sih, wajahnya juga ndak jelek-jelek amat. “Mbak Ratih sekarang duduk”, kataku. “Iya”, katanya. Aku pun masuk. Penisku seperti disedot-sedot di vaginanya. Ia mengulum penisku seperti permen, sambil tangan kirinya mengocoknya.




















