Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Bokep cina “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Air mataku jatuh tanpa terasa. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Katanya mau jadi isteri shalihah? Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi




















