aku mengangguk lalu menaiki tangga menuju kamar. tubuhnya biasa, tingginya biasa, hanya saat kami bertemu pandang ada sedikit aliran darah yang yang ‘salah’ masuk urat rasanya…heh…heh….. Bokep hijab “Ya udah, kamu buka sedikit deh kamarnya, aku naik ke lantai dua, kalo sepi aku langsung masuk kamar deh…” katanya tak kuduga. Pembaca,
Bukan main yang kami alami saat itu… dalam satu kesempatan yang tak terhitung lagi, meledaklah kedua puncak birahi kita secara bersamaan
berisiknya sudah tak terkira…
lalu hening
kubalik posisi
kini ana diatasku,
sambil megap-megap ana memasukkan kontholku ke liang vaginanya. Jam enam kurang satu menit, masih dengan tubuh basah aku keluar dari kamar mandi karena telepon berbunyi. Aku hampiri, aku peluk dia agar agak cepat ketegangannya menurun. Sorry buat yang merasa jadi pramugari baek-baek. GILLAAAAAAAA !!!! ana menggigit kencang bantal di mukanya kukunya mencengkram kencang pantatku memeknya bagaikan vacuum cleaner super “SORRR….sOORROR…cret…sererewte…serertnnnpppphh….ekh!!!!!!!!!!!!” tak mampu kami berteriak kami ledakkan sensasinya didalam dada…..




















