Remasan-remasan tangannya di buah dadaqu membuatku tak tahan lagi, sampai tak sadar aqu melorotkan sendiri pakaian yg kukenakan. Bokep mom Ternyata Su’eng tak seburuk yg kubaygkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlaquannya kepadaqu tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yg menyerangku mulai memudar.Su’eng menanyakan dgn lembut, aqu ingin minum apa. Dalem hati aqu berdoa supaya Mas Berto cepat pulang ke rumah, sehingga aqu tak perlu berlama-lama menemuinya.Untung saja tak lama kemudian Mas Berto pulang. Aqu masih shock memikirkan aqu harus rela memberikan seluruh badanku kepada lelaki yg belum kukenal selama ini. Malam ini dia lain sekali sentuhannya lembut. Su’eng ternyata juga sudah tak mampu menahan lagi serangannya dia cuma diam sejenak untuk merasakan kenikmatan dipuncak-puncak klimaksnya dan beberapa detik kemudian mencabut gagang kemaluannya dan tersemburlan muncratan-muncratan spermanya dgn banyaknya membanjiri wajah dan sebagian berlelehan di belahan buah dadaqu.




















