Terasa cairan sedap di lidahku, pertanda dia sudah orgasme.Ooh, Vir, enak sekali..,.. Bokep jepang teriaknya pula.Aacchh.. Mana pakaian dan koperku.. Timbul niat menggoda dia.Gua tinggal di PJ, gua nggak sanggup bayar Mandarin, mahal!Cuma 68 dollar, murah dibanding Jakarta sergahnya.Masih mahal, Gua bayar 35 dollar di PJ jawabku.GAK PERCAYA Ratih mencibir sambil mengeja huruf itu satu persatu.Ntar malem ke Beach Club lagi yuk ajaknya.Gak sanggup bayar jawabku sekenanya.On my Bill, Boss sindirnya kesal.Gak keburu, PJ jauh, jam begini macet, naik LRT pun makan waktu 45 menit, mungkin jam 9an baru bisa sampai ke sana pancingku.OK, gua paksa sekarang ya, gua bayar makan lu, kita ke toko beli baju buat lu, perlu CD nggak? Ratih tertawa terbahakbahak.Satu nooll godanya sambil mengecup bibirku, lalu dia keluar dari kamar mandi.Nanti disambung lagi aja deh, sekarang kita ke Beach Club dulu, gua mau mabok malam ini katanya.Akhirnya aku dan Ratih berpakaian dan kami




















