Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan lalu ke buah dadaku yang kanan.Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Bokep hijab dikit lagi.. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.“Bolehkan saya memanggil Bu Meryy dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.“Enggak apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”“Kalau saya boleh manggil Mbak Meryy, berarti Bu Meryy eh.. Memang dalam hal keuangan saya tak pernah kekurangan. dikit lagi.. Akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Sesekali ia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga saya merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, lalu turun lagi ke lenganku.“Ah..




















