Tidak akan macam macam!” jawabku memastikan perkataan mereka, sementara Lenny langsung berjalan menghampiriku. Saat aku balikkan badan, kulihat Mas Agus sudah barada tepat di depan pintu. Bokep barat Aku ingin membuka mataku.Sedikit demi sedikit mataku terbuka. “Kamu nggak kepanasan? Jangan di dalam..! Sampai akhirnya mulutku hanya dapat dimasuki bagian kepalanya saja. Mas Agus!” kupanggil namanya beberapa kali. Di dalamnya terlihat CD-nya yang berwarna putih. “Thanks banget untuk usaha lu Len.” ujarku sambil mengajaknya pulang.Kami berdua berjalan melewati ruangan billiard. Sendiri dalam temaram hanya ada cahaya televisi aku berniat untuk begadang sampai pagi dan mencoba untuk melupakan apa yang baru saja terjadi. Kubuka mataku pelan-pelan. Tumben mampir ke sini?” tambahku sambil melihat ke arah jam tanganku, saat itu sudah hampir jam sepuluh malam, tidak biasanya Lenny berani keluar malam-malam, pikirku heran. Dan selanjutnya semua berjalan sesuai instruksi.“Sambil dijilat Ndra biar licin!”
“Ah..”
“Disedot juga dong!”
“Nah..




















