Ternyata mereka ke sana adalah dengan tujuan mempertemukan Rianti dengan pria yang telah dijodohkan orang tuanya. Sudah delapan botol bir aku dan Mamat habiskan di cafe ini. Bokep barat “Mau ke mana bang?” jawabnya dengan nada yang sangat lembut. “Ga mungkin, Rianti jarang keluar malam-malam… Gw dah lama tinggal di sini, selain ma elu si Rianti gak pernah keluyuran malam-malam…”. “Tapi… Mengapa???…” tanyaku. Lalu Mamat melemparkan tubuh Dini ke atas kasur. Sakit hatiku menjadi dendam, aku dan Mamat pun melampiaskan nya dengan bermain wanita penghibur di sini. “Hisap atau mati?” ancamku dengan kembali mengalungkan belati ke lehernya. Kemana pemilik kamar ini? “Rianti nya ada tante?” tanyaku sedikit malu-malu. Seperti masa-masa lalu kami, berpesta bir hingga habis puluhan botol.




















