“ Kayak kemarinlah.., ” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya. Bokep hijab ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Selesai dipijat dia tidak meninggalkan aku. Kujilati payudaranya, dia melenguh. Aku tidak berani menatap wajahnya. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. ”
Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Singkat cerita dalam perjalanan pulang aku terbayang-bayang oleh kejadian tadi, sungguh hari ini hari yang sangat sehat. Ya nggak apa-apa, ” katanya menjawab telepon. Aku tidak tahan. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Sebentar lagi Mbak Mirna yang punya salon ini datang, bdiasanya jam segini dia datang. Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk.




















