”Ih takut, tapi sun dulu donk, Muuuaaachh.” kata sang Bencong sambil mengambil keesempatan dalam kesempitan mencium pipi si Bambang, terus berlari meninggalkan 2 sekawan itu yang masih dipandangi oleh orang-orang di perempatan. ”Akh….hiiii.” teriak lirih Deswita saat melihat kontol Paijo yang berdiameter raksasa dan panjang sekitar 15cm itu tengah mengacung keatas, sambil menutup matanya dengan tangannya diam-diam Deswita melirik penis Paijo. Bokepindo Paijo memang dari dulu terkenal sebagai preman kampung kerjanya kalau tidak malak ya maling, maka dari itu Paijo diajak Bambang ikut ke kota untuk merubah peringai buruknya itu tapi apa mau dikata sifat orang sulit dirubah. ”Akhhhh…..jangan, sakittt……!” Deswita kesakitan saat dengan gemasa Paijo menarik pentilnya dengan keras. Gara-gara lo sih, udah sana pergi !” kata Bambang, melihat sang bencong timbul sebuah ide di kepala Paijo. ”Heh ditanya kok diam aja ?” Paijo kesal dan langsung meremas dada Deswita dengan kasar.




















