Benar-benar mabuk aku dibuatnya.Tak sabar lagi aku. “Kamu kelihatan gugup,” ujar Bu Astrid tenang, menatapku dengan pandangan penuh. Bokep jilbab Shorts putih yang teramat pendek itu menyajikan sepasang paha mulus yang kencang.“Ini chargernya, Bu Astrid. Buat aku nikmat. Terusss. Bu Astrid berdiri di dekat jendela yang menghadap ke pantai dengan segelas soft-drink dengan rambut terurai dan senyum manis. Sungguh manis dan segar bibir itu. Dan kau pasti akan kehilangan pekerjaan. Buat aku nikmat. Jam tujuh malam kurang sedikit, sehabis mandi, dan mengenakan t-shirt, teleponku bergetar. Kuberi ia bonus gigitan-gigitan kecil di puting dan sekujur susunya. Senang juga rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya. Tidak bisakah kau lihat betapa aku menginginkanmu?”Aku diam terpaku. Hari-hari berjalan seperti biasa, tak banyak yang berubah.Yang sedikit berubah adalah suasana di dalam mobil.




















