Nyuwun tulung Kakek..” suaranya semakin rendah dan bergetar, seperti sedu sedan.Kemudian dgn cepat dan dgn suara tetap bergetar, dia bercerita bahwa ada seorang laki-laki, bernama Kartolo, yg sangat ditakutinya. Bokep tobrut kemudian bisnis tanam cabe, baru sekali panen harga cabe anjlok sehingga aku rugi tidak ketulungan banyaknya. Meskipun kecil, kotaku termasuk ramai karena dilewati jalan utama yg lebar dan selalu dilewati truk dan bus antar propinsi, siang dan malam.Eh, kembali ke Kakek Ngadimin, tampaknya si Kakek punya perhatian khusus kepadaku (atau malah karena aku memang kelihatan sekali tidak menyukai dan sinis terhadap gaya perdukunannya?). Nafasnya terdengar semakin memburu. aku semakin menggila. Tenang, jangan terburu nafsu, pikirku. Harus ada cara supaya dia terangsang, pikirku. teriak dan lari keluar dari kamar mandi, karena ketika ia sedang mandi melihat kepala Pak Kartolo mengintip dari bagian atas kamar mandi yg memang tidak tertutup. Berbahaya sekali Cah Sara, nanti kalau dibiarkan jadi ngabar




















