“Masak di sini sih, Pak … Kan gak enak ditonton orang,” kataku. Mungkin aku sempat terlelap di atas meja batu itu, karena begitu aku tersadar tubuhku sudah tertutup kain batik. Bokep crot Akhirnya, hal itu pun terjadilah. AAAAAHHHHHHHHH …….AHHHHHHHHHHH,” kami pun berteriak bersamaan melepas semua rasa. Aku tidak menjawabnya. Aku berjongkok dan mulai mengulum kontolnya. Hal yang semula aku lakukan karena terpaksa untuk menyelamatkan martabat orang tuaku ternyata begitu nikmat.Mungkin ini adalah kompensasi yang diberikan Tuhan atas pengorbananku. Karena ciuman itu Pak Broto dan aku kembali terangsang.Tangan Pak Broto kembali beraksi meremas payudaraku dan memainkan itilku secara bergantian. Aku duduk di sofa dan aku biarkan cairan kami itu membasahi sofa.Setelah berpakaian kembali, Pak Broto menghampiriku yang masih terduduk lemas di sofa dan telanjang bulat.

















