Apa? Bokep Setahuku di Eropa baru ada”, kataku. Masih ada 50 detik lagi. Terkunci”, kataku
“Kalau gitu aku mau ambil,” katanya sambil berdiri. Tia meninju pundakku,
“Awas ya!”, katanya sambil ikut tertawa. “Minta klisenya biar tidak kalian cetak lagi”, katanya. Pinjam dulu bajumu”, kataku
“Enak saja. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. “Su..dah tuh..”, kata Tia terengah. Paling2 gambar pakai baju minim”, kataku lagi. 2 bulan berlalu. “Minta klisenya biar tidak kalian cetak lagi”, katanya. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. “Semakin kalian sebarin kemana2 ya?”, tanyanya agak geram. Kawanku setuju dan dirinya hanya menolongku membuka toko dan menyalakan mesin cuci cetak. Aku menyempatkan diri menyapa dan berkenalan dengannya dan sekali lagi mengambil gambar bersama tim SMA nya dan SMA ku.




















