Segera kuhujamkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya dari belakang. “Iya..! Bokep “Buka semuanya Syl?” kataku lagi tak percaya. Tanpa menunggu perintahnya, kumainkan lidahku disela-sela jarinya sambil sesekali menghisapnya. Sering dia aku ajak jalan, entah nonton atau sekedar ke cafe. Tangannya makin keras menjambak rambutku ikut mengatur gerakan-gerakan kepalaku di selangkangannya, sampai akhirnya dengan sekuat tenaga ditekannya dalam-dalam wajahku dibarengi dengan hentakan-hentakan pinggulnya yang hebat. Memang hubunganku dengannya bukan hanya dalam kerja saja, tapi juga dalam hubungan pribadi. Begitu lepas, Sylvi langsung merenggangkan kakinya dan mengangkat sedikit demi sedikit rok mininya dengan kedua tangannya, hingga muncul pemandangan indah tepat di depan wajahku. “Lebih cepat.. Dinaikkannya sedikit kakinya agar aku bisa menciumi telapak kakinya yang berlekuk indah itu. Benar saja, Sylvi melebarkan pahanya tiba-tiba dan menarik tubuhku ke arahnya.










