Dgn nada ketus Yuli berkata,
“Nggak usah. Cepat digenggamnya ‘batang kemaluan’ Iman yg sdh tegang keras berdenyut-denyut.“Man, Iman, besarnya punya kamu. Bokep indo live “Aduh Man, aku udah. Kamu kok baik sekali. Mana besok mens lagi …” Tp ada rasa kasihan juga yg membersit di hatinya.Hebat juga pengorbanan Iman, yg lahir dari penghargaan kepadanya itu. Ia sendiri tampak semakin PD atau percaya diri, kalaupun sikapnya kepada Yuli tetap sopan dan santun. Agak kebingungan Iman melilitkan selimut tipisnya utk menutupi tubuh bagian bawahnya. Membayangkan ‘barang kepunyaan’ Iman, yg kata Yanti “aduh duh” itu membuat Yuli merasa sesuatu yg aneh. Jadi kangen mantan suami. Tangan kanannya di tempatkannya di bawah kepalanya.Tangan kirinya mengusap-usap lengan Yuli yg sedang mengocok-ngocok ‘barang kepunyaan’nya. Ketika Yuli mengulum ‘kemaluan’nya di mulutnya Iman mengerang keenakan.“Aduh sayang, aduh enak sekali … Ah enaknya.”Akhirnya Iman tdk tahan lagi. Tp Yuli membiarkannya saja, seakan-akan menyukainya.




















