Sedangkan aku, jatah makanku saja terlambat dan aku pun selalu disiksa secara sadis oleh majikanku. Tapi anehnya, aku menikmatinya. Bokep STW Tetapi, itu tidak berlangsung lama. Tolong, ampuni saya. Aku benar-benar merasa direndahkan saat itu. Dicaci, dihina, direndahkan dan disiksa secara sadis oleh majikanku. Dia lalu memindahkanku ke kamar tidur. Jangan siksa saya lagi, Nyonya..!” aku merintih memohon belas kasihan Nyonya Hana.Dia hanya tersenyum.Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang tadi dinyalakannya ke arah pantatku yang terbuka. Rasanya seperti diiris dengan pisau. Dia lalu mengikat kedua tanganku pada tali itu. Bahkan lebih rendah dari anjing piaraannya.Setelah makan, aku kembali dibimbing oleh Nyonya Hana menuju kamar mandi. Dia pergi ke arah kota untuk minum-minum di kafe.




















