“Kamu mau mengantarku pulang sekarang?” Dua puluh menit kemudian kami sudah dalam perjalanan. Link bokep Bibirku bergerak sendiri meraih bibirnya. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan enam puluh kilometer perjam. Tapi pandangan matanya membuatku terpaku. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Canda dan tawa kami teruskan di sana. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku. Tapi…”
“Tidak, kamu masih perjaka,” ia berbisik lagi. Ia seolah tak memperdulikanku, menolehkan kepalanya ke sisi yang lain. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa. Aku tertawa melihatnya. Mendesah dan mengerang. Tapi rasa jengkelku sudah hilang. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. Kurasakan jemariku menempel di dadanya. “Arrrgghh.” Aku sudah gelap mata. Aku cepat-cepat melakukan apa yang dimintanya. Tapi aku akan kembali.”
“Aku akan kembali,” bisiknya mengulang. Bahkan pengantinnya. Segenap otot di tubuhku melemas. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah




















