“…Ja-jadi semua kebaikan yang Om tawarin tadi cuma karena ini?”. Nanti kamu bawa skripsi kamu ntar Om baca dulu deh sekilas…”. Bokepindo “Gak Om, Cinta udah gak kuliah tinggal nyusun”. Om Ridwan tersenyum lebar. “Oh tidak, tentu saja tidak”, Om Ridwan langsung menanggapi. Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. Paling tidak disaat yang sama ia mendapat pahala karena menghilangkan rasa penasaran laki-laki itu, sekaligus memberikan sedikit ‘pelajaran’ atas kenakalannya. “Kamu mau makan apa?”. Dengan demikian kemungkinan laki-laki paruh baya itu akan ilfilterhadap dirinya. Hehehe”. “Katanya mau buru-buru meeting?”. Rido naik ke atas ranjang. Sambil tergagap ia hanya menjawab singkat, “Gue musti buru-buru nih, gue musti balik lagi ke kantor”. Cinta berdecak kagum dengan harga kamar hotel yang tertera di brosur.




















