Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya memejamkan mata dan menikmati semuanya.“Aawww.. Bokep hot aah..!” orgasmeku mulai lagi.Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Andi yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. aah..!” orgasmeku mulai lagi.Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Andi yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. gede banget sih Rob..!” ujarku karena dari tadi Om Andi belum berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. Om… Om Andiiii” ini ada tititpan dari ayah, sementara ayahku yang biasa sendiri untuk bertemu dengan om Andi kali ini aku diminta bantuannya untuk menghantaqrkan laporan ke Om




















