Waduh ciumannya sangat lembut, perlahan-lahan kuusapkan lidahku ke lidahnya, dia memberikan reaksi yg sama, menyapukan lidahnya ke seluruh mulutku. Bokep montok Roy.. Kedua tangan Dia memegang erat pundakku tanda sudah semakin gemes, untuk dicium pentilnya.Karena aku sudah merasa waktunya tepat, maka dgn lembut kukulum pentilnya.Dan reaksinya,
“Aaaughh, uuhh..ss.. uughhg..”
Kumasukkan dgn pelan penisku ke liang kemaluannya. Dgn gesekan-gesekan yg pelan tersebut membuat erangan Dia semakin tdk beraturan. Perlahan-lahan tanganku kugerakan dari susunya turun ke perutnya. uu.. Aku sengaja memperlama untuk menyentuh payudaranya, apalagi pentilnya.“Diik..Roy.. ucchh.. uuff.. uff.. Setelah Dia selesai mengejang dan nafasnya tersengal-sengal, aku mulai lagi dgn genjotan, tetap dgn gaya 5:1.Dia melenguh,
“Uuff.. Kuusap sebentar perutnya dan bergerak turun ke bawah mengusap pahanya.




















