Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Bokep twitter Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. “Sempurna” katanya dingin. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu.




















