“Hehehe, lu mau bayar berapa duit? “Ga!”, jawabku sambil melepaskan tanganku dari penia besarnya.Ia pun tampak cemberut, ia menjawab dengan nada sedikit mengancam, “Ini buat koleksi pribadi! Bokep brazzers Gue cuma butuh kehangatan…”, ujarnya. Hidupku hancur, aku merasa diriku benar-benar ternoda, aku galau, aku bingung harus berbuat apa. “Gue pengen lu layani gue, atau gue sebarin video ini…”, ancam Chandra.Sial pikirku, apa yang harus aku lakukan? Aku putuskan untuk beristirahat, ketika Mas Wahyu pulang, entah apa harus aku menceritakannya atau merahasiakannya. Aku merasa kotor, walaupun aku sudah memberikan tubuhku pada Mas Wahyu, namun aku tidak terima harus diperlakukan secara begini.“Jangan…”, aku mencoba mendorong Candra, karena ia sudah bosan mengoral vaginaku dengan jarinya setelah beberapa menit. Ia menelan ludah sambil melihat tubuhku secara mengeliling. Benar, itu sms dari Chandra.




















