Dengan sekuat tenaga aku menghujam. XNXX ” sahutku. Ciuman kami terputus, karena Asmirandah meregang dengan kepala terdongak ke belakang. Aku mendengar Asmirandah mendengus pelan.. Air bak mandi bergejolak hebat, sebagian tumpah ke lantai, menimlbukan suara kecipak yang ramai. Aku pun tak tahan lagi. Bagaimana kalau ia sedang bersama orang lain saat ini? Gagang telephone aku jepit di antara pundak dan kepalaku. Namun aku tahu pasti bahwa ia pun telah sangat mViandikmati ke-‘lega’-an bersamaku beberapa mViandit yang lalu. “Miranda tidur yaa.. Kamu juga merasakan hal yang sama, sayang?”, aku berhenti sejenak. Tanganku kini mencekal-meremas langsung kejantananku. Kejantananku berada tepat di depan luAbang kewanitaannya, siap untuk menusuknya dengan nikmat.Sekali lagi aku membasuh dadanya, aku meremas-remas payudaranya yang lembut dengan puting yang telah mengeras itu.

















