Entah takut spermaku jatuh menetes kemana-mana, atau memang ia begitu sayang dengan cairan kotorku itu. Mana sini piringnya..”Akupun membuka pintu dan menyerahkan piring kotor tadi dan kemudian segera balik badan merebahkan badan lagi di kasur berusaha memejamkan mata.“Masih puyeng yah? Bokep hijab Apa yang legitt sayanggg??” Tanya mbak nila sembari terus berguncang naik turun dengan liarnya.“Mmhpp.. Perlahan aku berusaha menurunkan birahiku yang tadi sempat meluap luap. Mbak nila makin liar dan birahi, hilang sudah mbak nila yang biasanya berganti mbak nila yang kesetanan haus akan kepuasan.Dengan posisi seperti itu mbak nila berganti menjadi yang lebih agresif. Kemudian dengan lembut mbak nila menggenggam sebelah tanganku dan menempatkannya di sebelah dadanya yang masih tertutup dasternya.“Ayo dong kan tadi udah janji mau gantian..” ujar mbak nila dengan manja malu-malu. Tapi yang pasti setelah itu mbak nila membimbing tanganku untung meremas-remas payudaranya dari luar daster.




















