ia tersenyum & menatapku sambil terus melanjutkan pengembaraannya menelusuri ‘senjataku’.Kulanjutkan ciumanku ke lehernya, turun ke dadanya, lalu dengan amat perlahan, dengan lidah kudaki bukit indah itu sampai ke puncaknya.Kujilati & kukulum puting susunya yang sudah mengacung keras. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Bokep hijab Sebab memang tujuanku ingin mencoba menuntaskan hasratku yang ada selama ini, dengannya. Vivi menyilahkanku duduk & berbalik sebentar ke dapur untuk kemudian kembali lagi dengan membawakanku segelas minuman dingin.Setelah ngobrol ngalor ngidul. Satu-satunya kain yang masih tersisa. Saya tak menolak, sebab akupun ingin menuntaskan semuanya. Sempat kulihat matanya terpejam & bibirnya yang merah indah itu sedikit merekah. Tapi ada yang menarik dari penampilannya, toketnya! Deru nafasnya kembali terdengar disertai rintihan panjang begitu lidahku mulai menguak kewanitaannya. Sebab itu ia cepat mendekapku. Sungguh merangsang.Tanganku mengelus, meremas & memilin puting di puncak bukit satunya lagi.




















