Satu persatu berpamitan termasuk Pak Lurah,“aku pulang duluan ya pak kayaknya mau hujan deras..”“iya pak saya masih disini dulu mau lembur laporan”, ucapku.Kesempatanku nih hujan turun sangat deras. Begitu pula aku, istriku apalagi udah nggak ada nikmat-nikmatnya. Bokepindo Rimbun banyak banget rambut dikemaluan Riska. Setelah menjilat dia kecup ujung penisku. Saat aku datang kerumahnya pasti suaminya langsung pergi meninggalkan rumah. Sesampainya di rumah istriku bilang kalau aku tadi di cari pak Lurah. Aku duduk disofa, Riska membuatkanku teh hangat. Tubuh Riska menggeliat merasakan kenikmatan itu, Dengan desahan lirih.“ahhhh..ahhhh…”
Digituin aja Riska udah basah, ini belum apa-apa. Gairah seks ku tinggi dan hanya Riska yang bersedia setiap saat.Aku memberitahu Riska kabar baik ini, dia pun mau bekerja di Kantor menemaniku.




















