Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku. Bokepindo Aku ingin merasakan dan menikmati dulu keindahan tubuhnya dan kehalusan kulitnya yang putih bagai kapas ini.“Aduh, oh. Entah kenapa aku jadi merasa kasihan. Begitu juga yang terjadi denganku. Terasa perih, tapi juga sangat nikmat sekali. Aku melangkah menghampiri. Karena bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan beberapa hari lagi. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur.Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah. Tapi lama-kelamaan, aku mulai dihinggapi perasaan takut. Jari-jari tangankupun tidak bisa diam. Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang. Tujuanku datang ke Jakarta




















