Selesai semua pekerjaan, aku melihat Kak Edo baru saja menyelesaikan makannya.“Minum kopi?” tanyaku.Bapak biasa minum kopi di sore hari begini, kalau ada di rumah. Bokep indonesia Teman sekamarku melakukannya di ranjang sebelah ranjangku. Kak Edo belum kenal saya sedalamnya. Sedang aku? Aku menunduk. Kak Edo membuka matanya. Tapi sekarang, kalau boleh saya ingin melayani Kakak…” Aku mengangkat wajah.Menatap wajah tampan itu, menjadi Arjunaku dalam hidup. “Ini… maafkan aku. Saya bukan makanan, tuan. Bersih tak berbekas, aku menyemprot dengan pembersih yg wangi lavender, kesukaan ibu, kesukaanku juga. Aku mau jadi budaknya… menjadi yg lain pun, aku bersedia. Bagi lelaki ini, semuanya kuberikan. Merasa pantatku lembab. Membayangkan ia sedang menghujamkan penisnya ke vagina lain, terasa menyakitkan.“Tapi, aku tdk pernah melakukannya.”
“Tdk pernah?” Aku mengejapkan mata.Kak Edo mengatakan bahwa ia pertama kalinya meniduri perempuan… tapi aku kira ia bercanda.










