Suamiku tetap diam saja. film porno Wajahnya memerah. Suamiku bertambah hot setiap malam. “Iya, om. “Aduh Mas ini. Pikiranku berkecamuk tidak karuan. “Ohhh…” desisku. Kami bercinta sangat sering, minimal seminggu tiga kali. Hatiku seperti mau copot. Jarang aku orgasme secepat itu. Semenjak sering melihat adegan blow job di internet, aku jadi kecanduan mengulum penis suamiku. Malu juga aku melihat adegan itu, apalagi si Indun. Aku tidak berani bertanya pada suamiku. Kutarik kuat-kuat, akhirnya dia terangkat.Tapi baru setengah jalan, mungkin karena dia masih gemetar dan aku juga kurang kuat, tiba-tiba justru aku yang jatuh menimpanya. Agak kesal aku melirik suamiku, kenapa dia menertawai kami. Aku seperti hilang kendali, semua tiba-tiba gelap dan aku diserbu oleh badai kenikmatan…
“Ohhhhhhhhhh…”Aku lalu terkulai sambil menunduk menahan tubuhku dengan kedua tanganku.




















